Menguraikan tentang metoda analisa Lovibond Colour pada contoh barang jadi SIR

Cara analisa Lovibond Colour pada contoh barang jadi SIR

Alat Bantu : Gilingan,mesin kempa hidrolik, cetakan, warna standard, Wallace punch, bingkai comparator.

Sebelum Analisa 

  1. Pastikan Alat bantu sudah tersedia dan Siap digunakan.
  2. Siapkan sample uji yang sudah di homogenisasi
  3. Pastikan alat pelindung diri sudah dipakai.
Analisa
  1. Giling contoh yang telah dihomogenisasi untuk pengujian warna maximum sebanyak 3 kali penggilingan dengan gilingan laboratorium, contoh dilipat dua. Kedua rol gilingan berputar dengan kecepatanyang sama dan celah rol diatur, sehingga tebal lembaran karet 1,8 - 1,8 mm.
  2. Kemudian lembaran karet dilipat dua dan tekan perlahan - lahan dengan telapak tangan lembaran contoh yang rata dan tidak berlubang akhirnya mempunyai ketebalan 3,2 - 3,6 mm lalu potong dua buah potongan uji dengan wallace punch, satukan dan pipihkan 2 potongan uji tersebut perlahan - lahan dengan jari.
  3. Letakkan potongan uji dalam lubang cetakan di antara dua lembaran poliester/sellulosa. Kemudian di kempa dengan mesin kempa bertekanan 500 psi ( Pengempaan dilakukan pada temperatur 150 ± 3 ˚C selama 5 ± 0,2 menit.
  4. Keluarkan potongan yang terlapisi film poliester dan potongan uji ini harus mempunyai ketebalan 1,6 ± 0,2 mm dan bebas ddari benda lain yang berwarna atau dapat mengganggu warna dari karet.
  5. Letakkan potongan uji sedemikian rupa dalam piringan komparator lovibond, kemudian satu persatu warna potongan dibandingkan dengan standard.
  6. Indeks warna potongan uji ditentukan dari warna standard yang paling mendekati dengan warna potongan uji. 

Menganalisa Mooney Viscosity pada contoh barang jadi SIR, inilah salah satu para meter yang harus dikerjakan bagi petugas laboratorium klhususnya pengolahan karet/

Analisa Mooney Viscosity pada contoh barang jadi SIR

Alat bantu : Mooney Viscosity, Stop Watch, Compressor, Wallace Punch



Sebelum Analisa
  1. Check Air yang ada dalam tabung compressor, jika air penuh lakukan pembuangan air dengan cara membuka baut saluran air pada bagian  tabung compressor.
  2. Setelah air habis mengalir dari tabung lalu tutup kembali baut saluran air pada tabung tersebut.
  3. Buka kran di atas tanki untuk saluran ke pipa, kemudian tekan tombol ON untuk menghidupkan compressor.
  4. Perhatikan tekanan tabung compressor sesuai standard tekanan 75 psi agar tidak menimbulkan terjadinya ledakan.
  5. Tekan tombol OFF untuk mematikan tabung compressor setelah setelah bekerja.
  6. Pastikan alat bantu lainnya sudah tersedia dan siap digunakan.
  7. Siapkan sample uji yang sudah di homogenisasi .
  8. Pastikan alat pelindung diri sudah dipakai.
Analisa
  1. Contoh uji yang telah dihomogenisasi dan telah digiling sebanyak 6 kali dengan celah rol 1,65 mm, diambil dua buah potongan uji dengan alat pemotong khusus dari lembaran contoh tersebut.
  2. Adapun tahap pengujian Mooney Viscosity adalah sebagai berikut
  • Hidupkan alat Viscometer selama 1 jam untuk pemanasan, lalu hidupkan compressor dan buka krannya hingga tekanan mencapai 75 psi.
  • Tutup plat stator atas dengan menekan kedua tombol hijau sampai lampu indikator hidup,
  • Hidupkan kontrol beater ( Posisi "ON") dan boost heater.suhu Bila suhu telah naik dan lambu indikator menyala, matikan boost ("Posisi 'ON").
  • Atur regulator sehingga suhu stator atas dan bawah stabil pada 100 ± 0,5 ˚C
  • Buka stator dengan menekan tombol merah dan gunakan rotor L untuk pengujian karet mentah yang kemudian masukkan kedalam lubang yang terdapat pada stator bawah dan selanjunya tutup kembali stator atas.
  • Tunggu 5 - 10 menit sampai suhu stabil, lalu motor dijalankan dan periksa titik ( 0 ) (tepatkan lilin O (tetapkan titik )/ pada skala mikrometer , kemudian buka plat stator atas dengan menekan tombol merah.
  • Keluarkan rotor dengan menekan handle  ke bawah ( gunakan sarung tangan untuk mengambil rotor yang panas).
  • Tusukkan contoh karet di bawah dan diatas rotor, lalu tutup stator atas dan hidupkan Stop Watch, setelah tepat satu menit jalankan motor.
  • Nilai Viscositas dibaca pada mikrometer setelah motor berjalan 4 menit ( menit ke 5 ) = VR.
  • Matikan rotor, kemudian buka  stator atas rotor beserta contoh karet dikeluarkan. Penjelasan Mooney Viscosity adalah sebagai berikut :
                       VR = ML ( 1 + 4 )' 100˚C

M             =  Mooney Viscosity
L           =  Jenis Rotor yang digunakan Large
1'           =  Waktu Pre-heating = 1 Menit.
4'           =  Waktu Pengujian = 4 Menit..
100˚C    =  Suhu Pengujian.


Instruksi Kerja Analisa Accelerated Storage Hardening Test (ASHT) pada contoh barang jadi SIR

Cara Analisa  Accelerated Storage Hardening Test (ASHT)

Alat Bantu : Gilingan,Oven, Plastimeter, Wallace Punch, pengukur ketebalan, botol timbang, kertas sigaret TST, desicator, tatakan contoh.


Analisa
  1. Pastikan Alat bantu sudah tersedia dan siap digunakan.
  2. Siapkan sample uji yang sudah dihomogenisasi
  3. Pastikan Alat Pelindung Diri sudah dipakai.




Analisa
  1. Siapkan contoh uji sesuai dengan cara mempersiapkan Contoh untuk pengujian PRI sehingga memperoleh Potongan Uji 1,2 dan 3 ( lihat cara keja analisa PRI).
  2. Kemudian masukkan 6-8 gram P₂O₅ kedalam botol timbang dan letakkan kasa diatasnya, dan letakkan pula 3 butir potongan uji 3 diatas tatakan secara teratur sehingga tidak bersentuhan.
  3. Lapikan Silicon Grease pada tutup botol dan setelah ditutup putar beberapa kali agar Silicon Grease merata.
  4. Panaskan botol timbang yang telah berisi contoh tersebut didalam Oven pada suhu 60 ˚C ± 1˚C selama 24 ± 1 jam , setelah 30 menit berada dalam oven periksa botol timbang untuk mengetahui kekdapan udara dengan memutar ddan memeriksa kembali tutup botolnya dan catat waktu dimulainya pengujian.
  5. Ukur Plastisitas ke 3 Potongan Uji 3 ( yang mengalami maka ASHT ( ∆P ) = PH  - Po  Nilai Po diperoleh dari hasil pengukuran pada PRI.
  6. Lakukan perhitungan dengan rumus sebagai berikut :
             ASHT ( ∆P ) = P - Po

 ASHT ( ∆P )  = Accelerated Storage Hardening Test
P                  =  Nilai tengah dari pengukuran Plastisitas yang telah dikeraskan.
Po                  =  Nilai tengah dari ketiga pengukuran Plastisitas Potongan Uji yang tidak dikeraskan.

Metode Analisa Penetapan Kadar Nitrogen (Nitrogen Content) pada contoh barang jadi SIR

Cara Analisa Kadar Nitrogen Pada contoh barang jadi SIR

Alat Bantu : Destruksi Mikro-Kjeldahl, alat destilasi ( Hoskins), labu Mikro, buret, alat pemanas dari listrik, erlenmeyer.

Sebelum Analisa

  1. Pastikan alat bantu sudah tersedia dan siap digunakan.
  2. Siapkan sample uji yang sudah di homogenisasi.
  3. Pastikan Alat Pelindung diri sudah dipakai.
Analisa

  1. Persiapkan bahan - bahan sebagai berikut
  • Larutan Asam Sulfate 0,01 N.
 Masukkan 0,3 ml Asam Sulfate pekat ke dalam 1 Lietr distiled water, Periksa normalitasnya dengan cara, 10 ml Asam Sulfate yang diperiksa, masukkan kedalam erlenmeyer 100 ml. Titrasi dengan NaOH 0,01 N, gunakan indikator Phenolphthalein.
Dengan Perhitungan Sebagai berikut.

                          CC Titrasi x N NaOH
N HSO4  = ------------------------------------
                                       10
  • Larutan Indikator Phenolphthalein
Hancurkan 1 gram dari Phenolphthalein dalam 100 ml ethyl alcohol ( etanol 95 %).
  • Larutan Asam Borat 2 %
Larutkan 20 gram Asam Borat dengan distilled water kemudian encerkan menjadi 1 liter.
  • NaOH 67%
Larutkan 670 gram Sodium Hydroxida dalam 1 Liter distilled water
  • Katalisator
Giling menjaadi satu masing-masing 15 gram K₂SO4, 2 gram CuSO4 dan 1 gram Selenium (Se).
  • Indikator Campuran Methyl Red dan Methyl Blue
Larutkan 0,1 gram Methyl Red dan 0,5 gram Methyl Blue dalam 100 ml Ethanol 96 %.
  • Asam Sulfate Pekat.
2. Lakukan urutan Kerja Sebagai berikut :
  • Timbang dengan teliiti ±  0,1 gram contoh karet yang telah dihomogenisasi
  • Masukkan ke dalam labu mikro-kjeldahl, tambahkan ± 0,65 gram campuran katalisator dan 3-5 ml HSO₄ pekat.
  • Didihkan perlahan-lahan sampai timbul warna Hijau ( tak berwarna ) dan tidak terdapat bintik-bintik warna (± 1 Jam).
  • Dinginkan dan encerkan dengan 10 ml distiled water.
  • Pindahkan Larutan tersebut kedalam alat distillasi dan bilas 2 -3 kali dengan 3 ml air bersih sebelumnya telah dialiri uap selama 30 menit.
  • Masukkan 10 ml Asam Borat 2% dan 2-3 tetes indikator campuran Methyl Red dan Methyl Blue ke dalam labu penampung 100 ml.
  • Letakkan Labu tersebut sedemikian rupa sehingga ujung kondensor tercelup dibawah permukaan larutan Asam Borat.
  • Tambahkan 10 ml larutan NaOH 67 % kedalam alat distilasi dan bilas dengan 5 ml HO.
  • Alirkan uap melewati alat destilasi selama 5 menit dan mulai saat itu distilat mulai keluar.
  • Turunkan Labu penampungan sehingga ujung kondensor tepat di atas larutan dan destillasi dilanjutkan beberapa menit lagi. Bilas ujung kondensor dengan distilled water.
  • Destilat segera dititrasi dengan  larutan standard Assam Sulfate (HSO₄ 0,01 N). Titik akhir titrasi ditandai dengan perubahan warna dari hijau menjadi ungu muda.
  • Buat blanko yakni lakukan pengerjaan yang sama dengan semua pereaksi tanpa contoh karet.
  • Lakukan perhitungan dengan rumus sebagai berikut.

                                 (V1 - V2)N x 0,0140
Kadar Nitrogen   =  ---------------------------x 100%
                                                         W
V1 = ml HSO₄ untuk titrasi larutan berisi contoh
V2  = ml HSO₄ untuk titrasi larutan blanko
N    = Normalitas HSO
W   = Bobot contoh (gr)

Cara Analisa Penetapan Plasticity Retention Index (PRI) barang jadi SIR

Analisa Penetapan Plasticity Retention Index (PRI) barang jadi SIR

Alat bantu : Oven, Plastimeter, Wallace punch, Timer, Kertas Sigaret TST, tatakan contoh.



Sebelum Analisa

  1. Pastikan alat bantu sudah tersedia dan siap digunakan.
  2. Siapkan sample uji yang sudah di homogenisasi 
  3. Pastikan alat pelindung diri sudah dipakai.
Analisa

  1. Contoh Uji yang telah dihomogenisasi ( 15 - 25 gram ), digiling dengan gilingan laboratorium maximum tiga kali ( diatur kedua rol berputar tanpa tanfa friksi, dan celah rol diatur sedemikian rupa sehingga lembaran karet yang dihasilkan mempunyai ketebalan 1,6 - 1,8 mm )
  2. Lembaran karet yang dihasilkan tidak boleh berlubang dan mempunyai ketebalam yang merata, kemudian lembaran tersebut di lipat dua dan ditekan dengan tangan dan selanjutnya dipotong dengan Wallace punch sebanyak 6 potongan uji, 
  3. Potongan uji "1" untuk pengukuran Plastistas Aawal ( Po ) dan Potongan Uji "2" untuk pengukuran Plastisitas setelah Pengusangan (P.30) potongan Uji harus mempunyai ketebalan antara 3,2 - 3,6 mm dan ketelitian 0,1 mm dan garis pertengahan ±13 mm.
  4. Untuk pengukuran P30 letakkan potongan uji '"2'"diatas tatakan contoh, kemudian masukkan kedalam oven pada suhu 140 ˚C ± 0,2  ˚C, selama tepat 30 menit, setelah dikeluarkan kemudian contoh tersebut didinginkan sampai suhu kamar.
  5. Setelah itu letakkan potongan uji diantara 2 lembar kertas sigaret (40 mm x 35 mm) diatas piringan plastimetr wallace, kemudian tutup piringan Plastimeter tersebut.
  6. Sesudah ketukan pertama, piringan bawah akan bergerak keatas selama 15 detik dan menekan piringan atas,kemudian ketukan kedua berbunyi (jarum pada micrometer berhenti). Catat angka yang ditunjukkan pada micrometer . Rata-rata dari pengukuran potongan uji 2 disebut plastisitas setelah pengusangan = P30.
  7. Lakukan perhitungan dengan rumus sebagai berikut :
                                                          Pa ( P30)
          Plasticity Retention Index = ----------------- x 100
                                                                  Po

           Po        =  Plastisitas Awal
           Pa/P30 = Plastisitas Setelah Pengusangan selama 30 menit..

Analisa Penetapan Kadar Zat Menguap pada barang Jadi SIR

Analisa Penetapan Kadar Zat Menguap  ( Volatile Matter ) pada barang Jadi SIR

Alat Bantu : Oven, Aluminium dish, gunting,neraca analitis, desicator, tatakan contoh.

Sebelum Analisa

  1. Pastikan Alat bantu sudah tersedia dan siap digunakan
  2. Siapkan sample uji yang sudah dihomogenisasi 
  3. Pastikan alat pelindung diri sudah dipakai.

Analisa
  1. Contoh uji yang telah di homogenisasi untuk penetapan Zat Menguap (VM) dikeluarkan dari kantong plastik. Kemudian potong dan timbang ± 10 gram dengan ketelitian mendekati 0,1 mg.
  2. Tipiskan dengan gilingan laboratorium hingga tebalnya masksimum 1,5 mm, lalu gunting menjadi potongan kecil ukuran 2,5 mm x 2,5 mm.
  3. Kemudian masukkan kedalam Aluminium dish yang telah dipanaskan di ddalam oven pada suhu 100 ˚C dan telah diketahui beratnya.
  4. Aluminium dish yang telah berisi karet, kemudian dipanaskan di dalam oven pada suhu 100  ± 3 ˚C, selama 2-3 Jam ( Sampai bobot tetap ).
  5. Kemudian dinginkan didalam desicator sampai suhu kamar ( ± 30 menit), lalu timbang dengan ketelitian mendekati 0,1 mg.
  6. Lakukan perhitungan dengan rumus sebagai berikut 
                                                           A - B
            % Kadar Zat Menguap = --------------- x 100 %
                                                              C

            A = Berat Aluminium Dish berikut contoh sebelum dipanaskan (gr)
            B = Berat Aluminium Dish berikut contoh sesudah dipanaskan (gr)
            C = Berat contoh Uji (gr).
            



Analisa Penetapan Kadar Abu (ASH Content) pada barang jadi SIR

Analisa Penetapan Kadar Abu (ASH Content) pada barang jadi SIR


Alat Bantu : Hot Plate, Crucible (cawan), muffle furnace,gunting, neraca analitis,desicator.

Sebelum Analisa :

  1. Pastikan alat bantu sudah tersedia dan siap digunakan.
  2. Siapkan sample uji yang sudah di homogenisasi 
  3. Pastikan alat pelindung diri sudah dipakai.

Analisa .
  1. Contoh uji yang telah di homogenisasi, kemudian ditimbang seberat ± 5 gram dengan ketelitian mendekati 0,1 mg.
  2. Gunting potongan uji tersebut menjadi potongan kecil-kecil lalu masukkan kedalam crucible 50 ml yang sebelumnya telah dipijarkan dan diketahui beratnya.
  3. Tekan Tombol "ON" untuk menghidupkan hot plate untuk membakar contoh uji yang ada ddalam crucible selama ± 2 jam sampai tidak berasap,
  4. Awasi/periksa bakaran dan pindahkan crucible yang telah mengering dan tidak berasap lagi. Angkat crucible dengan menggunakan alat penjepit.
  5. Tekan tombol "OFF" untuk mematikan hot plate setelah digunakan.
  6. Masukkan crucible kedalam Muffle Furnace untuk proses pemijaran.
  7. Tekan tombol "ON" untuk menghidupkan muffle furnace sampai suhu 550 ± 20˚C selama kira-kira 2 jam ( Sampai tidak mengandung jelaga lagi ).
  8. Dinginkan crucible yang berisi abu didalam desicator sampai suhu kamar (± 30 menit).
  9. Kemudian timbang dengan ketelitian 0,1 mg.
  10. Lakukan perhitungan dengan rumus sebagai berikut :
                                              A - B
                % Kadar Abu = -------------- x 100%
                                                 C

                    A = Berat Crucible Berikut Abu (gr)
                    B = Berat Crucible Kosong (gr)
                    C = Berat Potongan Uji (gr).


Analisa Kadar Kotoran ( Dirt Content ) barang jadi SIR

ANALISA KADAR KOTORAN ( DIRT CONTENT ) BARANG JADI SIR


Alat Bantu : Neraca Analitis, Oven,  Pemanas infra red (250 Watt), gunting, baki aluminium, desicator, saringan baja 325 mesh, erlenmeyer 500 ml, jeregen untuk terpentin sisa saringan, wadah terpentine mineral yang bersih, buret otomatis, botol semprot, slide proyektor, ultra sonic bath.



Sebelum Analisa :

  1. Check keadaan lampu Infra-Red Heater dan pastikan Kondisi lampu dalam keadaan bagus jika ada yang rusak / retak harus segera diganti.
  2. Perhatikan kondisi erlenmeyer yang digunakan harus dalam keadaan bagus dan bersih, jika ada yang rusak / retak dan kotor harus segera diganti.
  3. Pastikan alat bantu lainnya dan bahan kimia sudah tersedia.
  4. Siapkan sample uji yang sudah di homogenisasi.
  5. Pastikan Alat Pelindung diri sudah dipakai.
Analisa :
  1. Timbang ± 10 gram lembaran contoh karet yang telah tersedia dengan ketelitian mendekati 0,1 mg, kemudian digunting kecil-kecil menjadi 12 - 15 potongan atau dihaluskan , lalu masukkan kedalam erlenmeyer 500 ml yang telah berisi 250 ml mineral terpentine dan 1-2 ml Peptiser (RPA).
  2. Tekan andel "ON" untuk menghidupkan lampu Infra Red Heater .
  3. Letakkan / susun erlenmeyer yang sudah berisi terpentine, Contoh SIR dan RPA diatas pemanas Infra Red Heater , atur jarak antara erlenmeyer agar tidak saling menyentuh satu dengan yang lainnya, kemudian awasi masakan agar tidak terjadi kebakaran dengan meminddahkan erlenmeyer yang telah mendidih kepinggir.
  4. Panaskan diatas Infra Red Heater 1,5 - 2 jam pada suhu  120˚C  ± 5˚C dan kocok sekali - kali untuk mempercepat pelarutan. Bila karet telah larut dengan sempurna, angkat erlenmeyer tersebut dengan menggunakan sarung tangan / karet pelindung panas.
  5. Tekan andel "OFF" untuk mematikan lampu Infra Red Heater setelah selesai di gunakan.
  6. Saring dalam keadaan panas secara dekantasi melalui ssaringan yang bersih.
  7. Saringan yang akan digunakan, sebelumnya harus dikeringkan dalam Oven ± 100˚C dan ± 1 jam. Setelah didinginkan kedalam desicator sampai sihu kamar ± 30 menit lalu ditimbang untuk mengetahui berat kosongnya.
  8. Cuci kotoran dalam erlenmeyer 2 kali masing - masing dengan 30-50 ml terpentine panas. Usahakan agar seluruh sisa kotoran terbawa ke dalam saringan.
  9. Keringkan saringan yang berisi kotoran didalam oven pada suhu 90 - 100˚C selama 1 jam lalu dinginkan dalam desicator ± 30 menit, dan timbang dengan ketelitian mendekati 0,1 mg
  10. Lakukan perhitungan dengan rumus sebagai berikut :
                                                               A - B
                     % Kadar Kotoran = -------------------- x 100%
                                                                  C

                       A = Berat saringan berikut kotoran (gr)
                       B = Berat saringan Kosong (gr)
                       C = Berat potong uji (gr)

Menguraikan tentang metoda analisa Lovibond Colour pada contoh barang jadi SIR

Cara analisa Lovibond Colour pada contoh barang jadi SIR Alat Bantu : Gilingan,mesin kempa hidrolik, cetakan, warna standard, Wallace p...